fbpx
Airul Seorang Internet Marketer yang lahir, tumbuh dan besar di Magetan, Jawa Timur. Keperluan bisnis? bisa hubungi airulaltarf@gmail.com.

https://airul.blog


Ikuti saya di:        

Belajar SEO

Topik terkait belajar SEO ini menjadi topik bahasan yang menurut saya cukup menarik, dan sebernya jauh sebelum artikel ini saya terbitkan saya sudah pernah menulis artikel terkait belajar SEO ini. Well, karena saya merasa artikel tersebut kurang nampol, saya coba me-refresh artikel ini.

Banyak orang bilang SEO itu mudah, bagi saya pribadi anggapan itu tidak sepenuhnya benar juga tidak sepenuhnya salah, tergantung sejauh apa kita mau mendalami dunia SEO itu sendiri. Dan karena topik ini soal belajar, saya asumsikan pembaca artikel ini adalah orang yang baru belajar, sehingga materinya akan berusaha saya sesuaikan dengan pembacanya agar mudah dipahami. Kalau mau lebih dalem, bisa nanti diskusi langsung saja (tatap muka), kita ngopi-ngopi sambil silaturahmi.

Oke kita lanjut ke pembahasan.

Menurut saya, SEO basic setidaknya membutuhkan 3 hal yang harus kita pelajari, 3 hal tersebut antara lain:

  1. Programing
  2. Membuat Konten
  3. dan SEO itu sendiri

Jadi tidaklah cukup hanya mempelajari materi SEO saja, meskipun secara garis besar tidak semua hal diatas harus kita pahami secara penuh (expert).

Kenapa demikian?

Karena secara default, SEO itu mencakup banyak hal. SEO onpage yang kaitannya dengan web development (programing) dan konten yang kaitannya dengan kreatifitas. Dan sudah barang tentu tidak semua orang bisa memiliki passion untuk mempelajari hal-hal diatas secara bersamaan.

Untungnya, saat ini kita dipermudah dengan banyaknya plugin SEO dan tools SEO yang bertebaran. Coba bayangkan jika plugin SEO dan tools SEO itu tidak ada, atau WordPress tidak ada, maka kita harus menciptakan itu sendiri. Atau contoh lain jika kita ingin menciptakan fitur SEO khusus yang tidak kita temukan pluginnya, tentu kita harus membuat sendiri plugin tersebut bukan?

Mangkanya, banyak praktisi SEO yang saya kenal seperti misal Mas Udhi (SEO-nya Traveloka) dan Mas Vatih (Pendiri Sintesa) yang memiliki skill programing yang terbilang cukup mumpuni. Mimimal, pengetahuan dasar ini bisa membuat kita memilih theme atau plugin yang tepat sesuai kebutuhan. Let’s say: AIO SEO vs Yoast bagus mana? bagus semua, tergantung kebutuhan.

Sampai disini, saya harap pembaca paham bahwa ada peran penting programing dalam hal SEO.

Let’s kuy, kita gas lagi.

Tahap selanjutnya yang tentunya adalah pembuatan konten.

Konten tidak selalu berupa artikel. Video, PDF, dsb juga merupakan sebuah konten. Maka jangan heran kalau banyak video youtube yang page-one, itu hal yang sangat lumrah. Pembuatan konten ini juga merupakan sebuah PR besar bagi praktisi SEO.

Menurut saya secara pribadi, semua orang bisa membuat konten, yang jadi persoalan adalah tidak semua orang bisa membuat konten yang menarik. Alhasil banyak orang yang lebih suka menyewa jasa penulis artikel atau jasa pembuat video.

Pertanyaannya sekarang adalah “kalau orang baru belajar, umumnya kan budget nipis, solusinya gimana?”

Ya tentunya dengan belajar. Dan menurut saya, cara belajar yang paling sederhana adalah dengan membuat konten yang sesuai dengan hobi yang kita sukai. Hobi ngerawat hewan, buat konten soal hewan, hobi mancing, buat konten soal mancing, hobi soal dunia PC, bikin konten soal PC, dan lain sebagainya. Konten dengan materi yang sesuai hobi kita, bisa mempermudah kita dalam hal penulisan karena secara default kita tahu apa yang kita tulis dan kita tahu apa yang pembaca mau (karena disisi lain, kita juga merupakan orang yang satu hobi dengan pembaca).

Sampai tahap ini, kita masih belum masuk ke dunia SEO secara dalam, baru ranting-rantingnya saja. Mari kita lanjutkan!

Bagaimana cara kerja SEO?

Rasa-rasanya, saya tidak perlu menjalaskan SEO itu apa, karena saya yakin 99%orang yang membaca tulisan ini sudah tahu apa itu SEO, 1%mungkin orang nyasar. Oleh karena itu, disini saya hanya pengen membagikan pendapat saya terkait bagaimana cara kerja SEO itu. Pada dasarnya, SEO itu adalah serangkaian proses untuk “mengakali” algoritma Google, jadi hampir mustahil kita menyebut bahwa ada teknis SEO yang 100%pure white. Aman tentu masih mungkin.

Kenapa saya berasumsi demikian?

Karena apa yang diinginkan Google sebenarnya adalah sebuah website yang berada di halaman pertama merupakan website terbaik. Dan Google setidaknya memiliki 2 acuan untuk menentukan sebuah web itu disebut baik, yakni:

  1. Konten yang baik
  2. Backlink

Jadi secara garis besar, cara kerja SEO adalah membuat konten yang baik dan karena konten tersebut baik maka secara “natural” dikutip oleh web lain dan diberi backlink oleh web tersebut (contoh sederhanya ada pada artikel ini, dimana saya memberikan link ke 2 orang yang namanya saya sebut diatas).

Masalahnya, karena secara teknis hal tersebut memang susah untuk dilakukan, apa yang sebagian besar kita lakukan adalah link building (dengan membangun PBN, kontes SEO dan sebagainya).

BTW, ini bukan soal benar apa salah, ini soal pelurusan pemahaman versi saya.

Lantas, bagaimana cara belajar SEO untuk pemula?

1. Kenali Istilah-istilah SEO

SEO itu saya analogikan sebagai pohon, dan setiap pohon memiliki dahan, ranting, daun dan sebagainya. Jadi memang sangat-sangatlah kompleks istilah yang harus kita hafal diluar kepala. Anggaplah SEO offpage itu adalah sebuah dahan, backlink sebagai ranting dan dofollow, nofollow, anchor text, dan sebaianya sebagai daun.

Istilah-istilah diatas harus kita pahami fungsi dan polanya agar kita paham kapan harus digunakan dan apa harus digunakan. Misalnya, backlink sebaiknya pakai anchor text atau naked url? Jawabannya ya tergantung situasi dan kondisi, mangkanya saya sering ngomong kalau melakukan SEO itu sebaiknya tahu sebab-akibatnya.

2. Buat pola

1000 backlink yang membuat page one, belum tentu secara keseluruhan bekerja. Ini sering banget saya utarain.

Analoginya ada 5 siswa yang sedang kerja kelompok, yang 3 sibuk ngerjain, yang 2 sibuk mainan handphone. Tapi 5 orang ini mendapatkan nilai yang sama. Benalu ini namanya. Jadi, sebut aja ini backlink benalu.

Nah, untuk kasus ini ada banyak hal yang bisa “merugikan” kita:

  1. Buang-buang umur (karena bikin backlink banyak)
  2. Repot kalau turun terkena update (susah buat nemuin mana backlink yang sampah)

Untuk hal ini, saya pernah ngasih PR ke Satruk (Pramudya Ksatria Budiman), 1 hari 1 backlink, jadi gak langsung di hajar. Sampai pada hari ke-7 (kalau tidak salah) udah halaman 1, artinya butuh 7 backlink.

Tujuan utama dari PR ini adalah menemukan sebuah pola dasar dalam hal link building, jadi kita tahu “oh, ternyata cukup 7 backlink aja”, atau bahkan gak perlu backlink, tapi cukup internal link dari artikel sejenis. Jadi, semuanya perlu riset.

3. Berani Bereksperimen

SEO itu membutuhkan banyak effort untuk melakukannya. Perlu riset di tahap awal pengerjaan, butuh audit di tengah pengerjaan, dan terkadang butuh maintenance setelah pengerjaan. Keberanian untuk bereksperimen dan gagal akan membuat kita memiliki pengalaman serta pengetahuan terhadap mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dilakukan.

Anyway, sampai disini dulu tulisan saya. Saya yakin tulisan ini gak akan bisa memuaskan semua orang yang lagi belajar SEO, karena ya memang masih banyak yang musti ditulis tapi sayangnya sangat sulit untuk merangkai kalimat yang mudah dicerna.

Saya akan update tulisan ini secara berkala (kalau udah nemu analogi yang mempermudah pembaca memahami), boleh juga sampaikan pertanyaan lewat komentar di blog ini (jangan di FB, saya jarang FBan).

jasa penulis artikel

 


30 komentar untuk Belajar SEO

  1. iya memang harus bisa sedikitnya bahasa pemrograman biar paham minimal.ngoprek theme,sama gimana pasang backlink dan laen2.nice article mas.😊

  2. Kalau menurut saya sih mas, bahasa pemrograman itu lebih ke Web Developer.

    Web Developer memang harus paham dengan Html, Css, Java Script dll.

    Sedangkan untuk menjadi Praktisi SEO tidak mutlak harus mengusai, tp harus tahu dasar coding.

    Saya lihat kata kunci “Jasa Seo”

    Banyak yg hanya pas-pasan dalam ilmu pemrograman. Dalam hal ini Onpage nya.

    Tp menguasai betul teknik Seo offpage.

    Sehingga nekat membuka jasa Seo.

    1. Yes, true. Saya sepakat, dan saya juga tidak mengatakan bahwa itu mutlak, tidak ada pernyataan saya yang demikian.

      Untuk itu, saya menyebutkan “Seminim-minimnya, kita ini tahu dasarnya seperti apa” pada artikel diatas.

  3. mas airul saya masih menunggu artikel lainnya dari sampean. meski saya berkali-kali baca artikel sampean, ga ada bosennya wkkwkw malah yang ada saya makin semangat untuk terus belajar hehe.

  4. Ya setuju mas , memang ngerti dasar programing dan cara bikin konten yang baik merupakan hal utama saat ingin terjun Ke dunia SEO .. minimal pelajarin wordpress lah ya mas?

  5. Semua harus berawal dari niat dan kesukaan.. kalo cuma sebatas ingin tahu saya rasa ga bakal jadi mastah seo hehe. Saya jadi terinspirasi lagi nih belajar seo, dulu tahun 2012 kalo ga salah belajar dengan mas bram yang keren juga menurut saya tapi sayang mas bram udah beralih ke mainan lainnya. Thank mas Airul atas artikelnya!

  6. Mas banyak sekali yang menggunakan Tools untuk Keperluan itu, Apakah masih efektif atau gak si?

    kalau saya si lebih suka ke backlink terutamana PBN. Soalnya algoritma sekangang membingungkan si ….

  7. Terima kasih artikelnya Mas.

    Saya setuju kl orang SEO sebaiknya bahkan skrg spt wajib tau min. tentang basic pemrograman. Beberapa cms memang bisa pakai plugin spt wp dan drupal, tp kalau website yang akan kita optimasi dibuat dgn full custom coding, maka kita tidak bisa menggunakan plugin, jd min. harus mengerti html (salah satu contohnya). Contoh lainnya utk membuat Rich snippet, loading speed, dll

    Content is The King artinya SEO membutuhkan konten berkualitas spy CTR bisa lbh tinggi bahkan jauh lebih tinggi daripada bounce rate dan juga UX design yang benar shg membuat pengunjung website betah di website kita 😉

  8. Assalamualaikum Mas Airul, saya juga sedang ingin memulai belajar programing, tetapi masih bingung step awalannya seperti apa.

    Kalau Mas Airul apakah mulai belajar basic-nya secara autodidak? Atau ikut semacam kursus offline? Ada rekomendasi tidak Mas untuk yang baru belajar programing secara autodidak?

    Terima kasih banyak Mas untuk insights di setiap tulisannya.

    Keep writing, keep inspiring.

    1. Saya rasa setiap orang punya “wadah” yang berbeda-beda mas, maksud saya disini bakat. ada orang yg belajar otodidak aja cukup, ada yg mungkin harus kuliah.

      Saya pribadi gak berani ngasih rekomendasi, karena nanti rekomendasinya jg blm tentu cocok.

  9. Artikelnya Sangat bermanfaat saya bisa belajar lagi dengan lebih baik, karena pengetahuan SEO saya terbatas.. semoga bisa selalu update ya mas biar pemula bisa maju dan sukses.. Terima kasih

  10. Halo mas, saya penasaran dengan SEO via coding php atau html, banyak perusahaan besar yg tanpa artikel tapi web nya bisa di rank 1 google.

    Apa ada panduan mengenai SEO dengan metode coding ini mas?

Tinggalkan Balasan ke Ali Mustika Sari Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *