Airul Khoirul Anwar atau lebih dikenal sebagai Airul adalah seorang pemasar digital yang memiliki minat utama pada Search Engine Optimization (SEO). Keperluan bisnis? bisa hubungi airul@mastahseo.com.

www.ponselplus.com


Ikuti saya di:        

Cara Membuat Blog

cara membuat blog

Di era yang serba digital seperti saat ini, siapa sih yang tidak mengenal internet? Menurut lembaga riset pasar e-Marketer, pengguna Internet di Indonesia mencapai 83,7 juta orang pada 2014 dan terus bertambah setiap tahunnya. Dari sekian banyak pengguna internet tersebut, mayoritas menggunakan Google untuk mencari Informasi. Dan itulah kenapa SEO sangat penting bagi pemiliki blog yang ingin memiliki banyak pengunjung.

Pertanyaannya? apakah membuat blog yang SEO friendly itu mudah? Jawabannya, tentu tidak. Ada teknis rumit yang mungkin akan membuat para pemula dibuat pusing tujuh keliling. Nah sebagai seseorang yang mungkin bisa disebut blogger, saya ingin membagikan sedikit pengetahuan saya soal dunia blogging. Tulisan ini akan berisi hal-hal seputar teknis dan non-teknis, mulai dari penciptaan ide hingga tahap pembangunan.

Bagi blogger sekaligus publisher, ada banyak jalan membangun blog, ada yang suka ternak blog, ada yang suka membangun blog authority. Saya pribadi lebih cenderung ke pilihan kedua, yakni membuat blog authority. Contohnya kaya yang dibawah ini.

Untuk membuat blog dengan visitor seperti diatas, perlu ketekukan, keuletan, dan disiplin tinggi. Selengkapnya akan saya buat per-sub dibawah ini, silahkan baca berurutan biar enak tidak lompat-lompat.

Cara Membuat Blog yang SEO Friendly

1. Pemilihan Niche

Pemilihan niche adalah hal yang paling penting dalam membuat sebuah blog. Saya pribadi orang yang pilih-pilih soal ini, karena menurut saya harus ada ‘hati’ dalam pembuatan sebuah project. Kadang-kadang orang-orang tanya, “mas, kok gak main di niche A, B, C?”, padahal itu niche enteng banget, kok malah mas pilih niche yang udah penuh sesak?”.

Nah, ini dia. Ini bukan perkara saya jago SEO atau enggak, tapi lebih ke arah apakah saya punya kapabilitas terhadap konten blog tersebut? Karena bukankah pada dasarnya blog dibuat untuk sharing pengalaman?

Okelah saya punya penulis pribadi, okelah saya bisa sewa jasa penulis. Tapi bagi saya, blog adalah sebuah karya, dan dalam menciptakan karya dibutuhkan sebuah pengetahuan tentang karya yang akan saya buat tersebut. Jadi, meskipun saya menggunakan jasa penulis sekalipun, saya akan tetap melakukan double check terhadap tulisan yang nantinya mereka buat.

It’s not only about money, it’s about soul. Karena apa yang nanti kita tulis akan menjadi suatu referensi buat semua orang. Sebuah blog menurut saya harus dipertanggung jawabkan isinya, jadi kalau orientasinya cuma uang, pasti akan rontok ditengah jalan jika uang itu tidak di dapat.

Hal semacam ini bisa kita pelajari dari para Real Blogger atau Youtube Creator. Orientasi mereka bukan uang, tapi malah akhirnya jadi uang (yang lebih besar dari apa yang dia pikirkan).

Nah, inilah yang disebut authority. bukan authority DA/PA ya, tapi authority kita sebagai author blog tersebut. Mangkanya, kalau dulu-dulu nih, para sesepuh selalu bilang “buatlah blog yang sesuai dengan hobimu”, alasannya sederhana, biar kita nulisnya pakai hati. Yang hobi mancing, ya bikin blog soal mancing, dari situ apa yang kita tulis tentu akan natural. Barulah nanti kalau cara berfikir ini udah kuat, kita mau bikin blog diluar hobi dan pakai content writer atau mau nyari pegawai, tetep gak akan ngaruh ke gaya kita bikin blog.

Jadi pada intinya, dalam pemilihan niche, silahkan kenali diri kita dulu, hobi kita apa? ya itu yang dikerjain, karena selain itu akan membuat kita lebih mudah dalam membuat artikel, juga akan membuat kita lupa yang namanya duit, karena orientasinya menyalurkan hobi.

Misal mastahseo.com nih, saya dapet duit apa enggak dari sini gak akan membuat kecintaan saya terhadap blog ini luntur.  Because i do with love and passion.

2. Prototyping

Karena kita mau bikin blog untuk SEO nih, prototyping adalah hal yang harus dilakukan. Bagi saya, membuat blog (yang SEO Friendly) itu kaya arsitek yang mau bikin rumah. Bikin gambar dulu, bikin perencanaan-perencanaan dulu, jadi ketika nanti di eksekusi, kita udah tahu musti eksekusi apaan. Bukan jalan tanpa tujuan.

Prototyping ini meliputi beberapa hal:

1. Riset Keyword

Kumpulin dulu semua keyword yang ada, terserah lah mau nyari yang mudah atau nyari yang search volume tinggi, itu pilihan masing-masing. Tapi satu yang jelas menurut saya, kita sudah punya gambaran mengenai keyword untuk blog yang kita bangun.

Uniknya, kalau kita bangun blog sesuai hobi nih, secara naluriah kita akan paham kok apa yang orang cari, tanpa riset keyword sekalipun kita seperti sudah paham keyword apa yang musti kita jadikan bahan menulis.

2. Keyword Mapping

Saya sudah pernah membahas soal keyword mapping ini, sayangnya masih banyak yang belum ngeh dengan maksud saya.

Well, pada dasarnya teknis yang satu ini dibutuhkan naluri kita sebagai pemain SEO. Kira-kira keyword A cocoknya dibuat artikel atau dibuat kategori / tag aja ya? Kurang lebih seperti itu.

Misalnya, kita sedang membuat website seputar wisata, kemudian ada beberapa grup keyword, anggaplah soal Jogja. Nah nanti kita akan dihadapkan pada beberapa jenis keyword, misalnya:

  1. Pantai di Jogja
  2. Candi Prambanan
  3. Candi di Jogja
  4. Pantai Parangtritis

Nah, keyword itu pemetaannya harus benar-benar tepat agar nanti yang tampil di Google gak rancu, misalnya keyword “Candi di Jogja”, yang halaman pertama malah artikel soal “Candi Prambanan”. Atau keyword “Pantai di Jogja”, justru artikel “Pantai Parangtritis” yang masuk halaman 1. Nah, berarti ada kesalahan keyword mapping berdasarkan internal link disini.

Apakah ini bisa jadi masalah? Iya jelas, karena ini bisa mempengaruhi bounce rate, karena pengguna menginginkan artikel yang lebih board, bukan artikel yang spesifik. Alhasil karena bounce rate ini tinggi, perlahan akan membuat ranking merosot.

3. UI & UX

Sesuai yang saya katakan di awal, membuat blog sama dengan membuat rumah. UI itu bisa diibaratkan sebagai cat rumah kita, sementara UX bisa diibaratkan sebagai tata ruangnya. Ruang tamu dimana, kamar dimana, kamar mandi dimana, musti tepat pemilihannya. Karena ini erat kaitannya dengan kenyamanan pengunjung nantinya.

4. Artikel

Jangan asal nulis, jangan asal beli. Perhatikan apakah tulisan yang kita tulis (atau mungkin kita beli) itu benar-benar layak untuk dipublikasikan. Pelajari soal ejaan, tanda baca dan sebagainya. Itu kalau kita emang benar-benar mau serius bikin blog yang bener.

Saya pribadi sangat serius dengan ini, bahkan kemarin ada salah kalimat pada salah satu artikel saya di blog ini, dan tiba-tiba Mbak Ririn Whatsapp saya terkait itu, seketika langsung saya edit. Bukannya apa-apa, karena kalau tidak saya edit, bisa membuat orang salah tafsir, kemudian orang menerapkan itu di blog mereka setelah membaca, padahal ada kesalahan penulisan. Ada tanggung jawab moral disitu.

5. Link building

Ini tahap paling akhir. Jangan terlalu menggebu-gebu, percuma punya blog cepet halaman satu tapi cuma bertahan beberapa bulan. Buat perencaan yang matang terlebih dahulu, ketahui sebab akibat penggunaan strategi tersebut, hindari risiko tinggi, jika memang ada strategi berisiko yang digunakan, ketahui terlebih dahulu penanganannya. Tanpa itu, kita akan nyengir sendiri jika tiba-tiba ranking tiba-tiba down.

Selanjutnya, akan saya bagi 5 poin diatas ke tahap yang lebih teknis.

3. Pembangunan Pondasi

Masih inget kan kalau blog itu ibarat rumah? jadi sebelum diisi perabotan (artikel), kita musti pastiin rumahnya berdiri dulu. Dalam konteks blogging, ya blognya siap dulu, terutama dari segi SEO onpage dasar dan UI & UX. Saya akan memberikan contoh dengan menggunakan WordPress, karena bisa dibilang mayoritas menggunakan itu. Disini, saya anggap semuanya udah bisa install WordPress ya, jadi selanjutnya adalah untuk pembenahan-pembenahan aja.

1. Buang halaman sampah

Ini langkah penting sebelum halaman sampah nanti terindeh di Google, karena kalau nanti terlanjur terindex dan dihapus, maka akan ada 404 not found. Halaman yang saya maksud jika di WordPress adalah halaman sample page dan artikel hello world.

2. Install plugin SEO

Bebas aja sih, mau pakai Yoast boleh, All in one SEO boleh, mau bikin plugin sendiri ya silahkan. Tapi saya secara pribadi lebih suka All in one SEO karena lebih mudah di konfigurasi sesuai kebutuhan saya.

Hal yang pertama saya atur jelas adalah pengaturan judul dan deskripsi untuk homepage. Disini, biasanya saya akan mengincar keyword, mau domainnya KOD atau brand, saya akan tetap incar keyword. Misalnya blog ini untuk halaman depan mengincar keywordpakar SEO“.

Untuk judul sarankan ada di kisaran 70-78 karakter, sementara deskripsi saat ini yang menurut saya terbaik ada di kisaran 200-300 karakter. Kalau terlalu panjang atau terlalu pendek gimana mas? Apakah nanti ada problem? Jawabannya iya, nanti bakal keluar peringatan di search console seperti ini.

Panjang judul dan deskripsi ini tidak hanya berlaku pada homepage saja, tapi juga halaman artikel. Jadi jika ada dari kalian yang udah optimasi jungkir balik dan gak naik-naik, coba dilihat di search console, kali aja ada problem ini.

Untuk pengaturan SEO pada halaman artikel dan sebagainya, saya akan menghapus  | %blog_title% dari kolom pengaturan bawaan All in one SEO (untuk Yoast silahkan menyesuaikan aja). Tujuannya yakni agar judul artikel nantinya tidak terlalu panjang karena otomatis mempilkan nama blog di akhir judul. Pengaturannya kurang lebih seperti berikut:

Pengaturan lain biasanya saya melakukan pengaturan noindex pada halaman-halaman yang tidak ingin saya index. Misalnya halaman penulis, halaman pencarian dan halaman 404 not found. Selain itu, saya juga mengaktifkan fitur redirect pada halaman media ke post asli. Tinggal centang-centang aja di All in One SEO.

Hal semacam ini sangat penting dilakukan sejak awal (tentunya sesuai kebutuhan ya), agar ke depan tidak banyak problem yang membuat blog kita sulit naik rankingnya.

3. Daftarkan ke Search Console

Tahap selanjutnya adalah mendaftarkan blog ke search console. Rasa-rasanya ini tak begitu penting saya jelaskan begitu detil, karena memang caranya tentu sudah sangat familiar dan mudah dilakukan.

Jangan lupa untuk submit sitemap.xml, pada plugin Yoast atau All in One SEO sudah tertanam fitur sitemap, tinggal di aktifin aja. Biasanya, saya hanya memasukkan halaman artikel, page, dan kategori. Untuk tag optional jika kalian suka memaksimalkan tag juga.

4. Perbaiki UI dan UX

Ada banyak parameter untuk urusan ini, pada dasarnya ini akan lebih cocok dilakukan oleh kelas advance, karena sangat teknis. Tapi disini akan saya kasih sedikit gambaran.

  • Pilih theme yang membuat user nyaman membaca (mulai dari tata letak, pemilihan warna yang tidak membuat mata capek, dsb).
  • Letakkan iklan sewajarnya saja
  • Buat load speed web lebih cepat, selengkapnya bisa baca disini.
  • Gunakan gambar yang menarik
  • Tulis artikel yang enak dibaca (nanti akan saya sedikit jelaskan di materi selanjutnya)

Untuk urusan ini, banyak blogger yang kurang peduli pada tampilan mobile, padahal ini sangat penting dilakukan karena terkait dengan mobile SEO.

jasa penulis artikel

Masih mau lanjut?


35 komentar untuk Cara Membuat Blog

  1. Ngeblog memang perlu energi dan komitmen ekstra. Seperti yang sedang saya praktekkan di blog.

    Menunggu lanjutan tulisannya ya mas. Makasi banyak ulasannya

  2. It’s not only about money, it’s about soul.
    setuju dengan kalimat itu.
    pengalaman pribadi buat blog yang ga srek sama hati ujung2nya malah terbengkalai. ga jelas mau dibawa kemana cpc turun males nulis, traffic turun males nulis pada akhirnya malah jadi beban.

    sekarang fokus sama satu blog. aku tulis apa yang aku tahu dan apa yang aku mau.

  3. Itu yang No. 5 yang paling sering ane alamin. Yaitu artikel udah page one bahkan posisi 1, namun tiba-tiba anjlok bahkan ada yang ilang. Siapa tahu mas airul punya tips dan trik untuk bertahan di page one.

    1. Dalam SEO, harus ada analisis yg mendalam sebelum kita bisa menemukan masalah yg ada, jadi saya gak bisa ngasih saran apapun, krn penyebab turunnya saya tidak tahu.

    1. Tulisan ini dibuat secara langsung, tanpa sebelumnya ada draft tulisan, sehingga tentu saya butuh waktu dan menyesuaikan kesibukan saya untuk melanjutkan tulisan ini. Silahkan bookmark halaman ini dan cek secara berkala.

  4. Kalo bangun web / blog baru biasanya yang menyita waktu salah satunya di pemilihan themes,kebetulan pakenya WordPress,kadang gak sreg,ganti lagi sampai beberapa kali……,saya harap artikel ini ada lanjutannya di kupas sampai tuntas,beberapa tulisan mewakili yg saya rasakan,jujur saya menemukan pencerahan via blog ini ,thanks a lot 😁

  5. Mas klw saya orangnya bosenan, hobinya bisa berubah ubah. Contoh: Bulan Kemaren suka mancing, bulan ini suka pelihara ikan.
    Bisa dikatakan saya itu “lapar mata” melihat yang unik, seru/aneh pasti saya pengen coba. Dan sekarang ini saya mencoba buat blog, tapi saya bingung saya mau buat blog apa…

    Mohon solusinya mas…
    Thanks

    1. Tergantung sudut pandang solusinya mau seperti apa dulu. Laper mata belum tentu salah, tapi juga belum tentu bener, kuncinya kenali diri sendiri dengan baik dulu. Tapi saya gak mau bahas itu, karena gak ada hubungannya sama topik.

      Solusi saya saya sederhana -> Buat blog general, bikin banyak kategori. Pas pingin bahas mancing tinggal masukkin kategori mancing, pas lg seneng melihara ikan bahas soal melihara ikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Jasa Backlink PBN Berkualitas? Klik Disini!