Airul Khoirul Anwar atau lebih dikenal sebagai Airul adalah seorang pemasar digital yang memiliki minat utama pada Search Engine Optimization (SEO). Keperluan bisnis? bisa hubungi airul@mastahseo.com.

www.latanza.co.id


Ikuti saya di:        

Tips Menulis Artikel

cara menulis artikel

Ada banyak pertanyaan terkait artikel kepada saya, “mas, kok blognya yang itu artikel pendek, density gak mikirin, kaidah SEO onpage juga biasa aja, tapi page one, bahkan rank one”.

Saya sering mengatakan, do SEO with logic. Dan logikanya sederhana sekali, kalau ada web / blog yang bisa page one dengan tanpa mikirin panjang kata, tanpa mikirin density, ya berarti hal semacam itu bersifat sekunder. Mau dipakai boleh, sah-sah aja, nggak juga masih tetep ada peluang masuk halaman pertama kok. Simple kalau teori saya mah.

Nah, sekarang juga udah era-nya Google Brain, yang mana sekarang Google udah makin canggih menilai sebuah artikel itu relevan dengan kemauan pengguna apa enggak, jadi hal yang sangat penting di era ini adalah penulisan.

Misalnya seperti yang pernah saya share terkait artikel di bixbux.com soal “Oppo A37”. Dari 1 artikel ini saja, bisa menjaring berbagai keyword turunan dengan gaya penulisan yang biasa-biasa aja, gak SEO friendly babar blas. Contohnya keyword “resolusi layar Oppo A37” ini.

Selain itu, artikel itu juga ranking di keyword seperti “RAM Oppo A37”, “Kamera Oppo a37”, dan saya lupa apa lagi.

Sekarang, mari kita lihat hasil screenshot diatas pada bagian deskripsi, tidak ada sama sekali kalimat “Resolusi Layar Oppo A73” yang exact, semua tersebar terpisah. Kata layar ada disana, kata resolusi disini, pokoknya nyebar. Jadi gak bener-bener harus ditulis di artikel “Resolusi Layar Oppo A37”, gak harus exact, yang penting relevan menjelaskan bahwa di artikel tersebut, kita juga ada pembahasan terkait itu.

Artikel SEO: Resolusi layar Oppo A37 memiliki layar berukuran blablabla

Artikel Biasa: Oppo A37 memiliki layar dengan resolusi blablabla

Enak mana coba buat dibaca?

Kasus lain di era Google brain seperti sekarang, Google sudah cukup canggih untuk urusan menyamakan kata sinonim. Misalnya untuk mengincar 2 keyword sejenis yang misalnya “manfaat daun sirsak” dan “khasiat daun sirsak”, orang cenderung membuat judul “Manfaat dan Khasiat Daun Sirsak”. Meskipun pada dasarnya itu tidak salah secara SEO, tapi secara penggunaan kata yang baik dan benar jelas salah. Hal ini yang nantinya akan membuat user tidak nyaman membaca, bounce rate tinggi, ranking akhirnya drop.

Saya kasih contoh misalnya begini:

Dan, yang nantinya bikin tambah puyeng kepala, bisa kaya gini juga.

Itu bukan karena saking jagonya saya optimasi “backlink”, sama sekali enggak. Itu cuma dari gaya bahasa yang serelevan mungkin dan tambahan SEO Growth Hacks.

Pertanyaannya sekarang, gimana cara menulis artikel yang (menurut teori saya) baik?

1. Buatlah artikel  se-natural mungkin

Jangan paksakan penggunaan kalimat yang seharusnya tidak digunakan demi mengejar SEO Score. Google selalu menyesuaikan diri dengan kemauan user, sehingga hal terpenting bagi kita adalah menyesuaikan diri dengan kemauan user juga.

2. Buat internal link serelevan mungkin

Internal link yang baik bisa sangat membantu kita dalam menaikkan ranking. Berdasarkan pengalaman saya, saya bisa meranking keyword (artikel) tanpa backlink, hanya dengan memainkan peran internal link dari artikel relevan.

Kemarin, saya share salah satu strategi pembuatan artikel saya di FB, kurang lebih seperti gambar dibawah ini.

Jadi, ini kaitannya sama keyword mapping juga sih, kurang lebih nanti strateginya: artikel “cara mengobati asam urat” menyebutkan bahwa “daun sirsak” memiliki manfaat untuk mengobati asam urat. Dan juga nanti sebaliknya begitu di artikel “manfaat daun sirsak” menyebutkan dapat mengobati asam urat. Jadi artikelnya gak ngasal, tapi relevan informasinya satu sama lain.

Hasilnya? ketik aja sendiri deh di Google keyword yang saya bold itu 😀

Nah, untuk membuat artikel itu, tentu sebelumnya kita harus mengumpulkan data terkait keyword-keyword tersebut. Selain untuk mengumpulkan keyword turunan, juga karena bagi saya, kita harus menyajikan informasi yang informatif ke user, alias tidak asal tulis.

Nah, cara ngumpulin datanya bisa pakai tools kaya EzKeyword (buat yang gak punya dan tertarik beli bisa beli disini). Untuk penggunaanya, saya menggunakan fitur Keyword Suggest, tinggal ketik aja misal “cara mengobati asam urat dengan *” (ada bintang di bagian paling belakang).

Kalau buat yang mungkin minim budget, bisa pakai LSI Keyword Tool yang udah mastahseo.com bikin dan bisa dipakai secara gratis. Tapi yang namanya gratis pasti ada batasan pemakaian, tapi lumayan lah, bisa dapet sampai 10 LSI Keyword. Untuk cara pemakaiannya begini:

Jika semua yang diatas sudah terkumpul, kita tinggal bikin artikel “Cara Mengobati Asam Urat” dengan data diatas. Jadi nanti hasilnya berupa artikel listicle.

Judul: Cara Mengobati Asam Urat dengan Bahan Alami

Disini basa-basi dulu lah, bikin 1-2 paragraf.

1. Dengan Jahe

Deskripsi blablabla -> ada internal link ke manfaat jahe

2. Dengan daun kelor

Deskripsi blablabla -> ada internal link ke manfaat daun kelor

Dan seterusnya sampai yang ke 10.

Selanjutnya, kita harus membuat artikel lain terkait dengan manfaat, ambil contoh “manfaat jahe”. Di artikel ini, kita juga harus menyebutkan (dan tentunya internal link) bahwa jahe memiliki manfaat untuk mengobati asam urat.

3. Pisahkan kata sinonim

Jika kita memiliki kalimat yang serupa, misalnya mengobati, mengatasi, menghilangkan. Jangan gunakan semuanya secara bersamaan pada judul dan deskripsi. Cukup tebar itu dalam artikel, dan jangan maksa, tetap buat se-natural mungkin.

4. Relevansi

Relevan yang saya maksud disini adalah fokus pada poin utama, dan ini yang sering diabaikan oleh para blogger. Misalnya kita membuat artikel seputar “cara menanam cabe rawit”, gak perlu kita sangat panjang mengupas hal diluar konten “cara menanam”, misalnya sampai nyisipin “manfaat cabe rawit”. Karena dari sisi user, informasi yang mereka butuhkan pada dasarnya hanya pada “cara menanamnya”, bukan pada “manfaatnya”.

Kalaupun pada akhirnya ingin mengincar keyword “manfaat” juga, sebaiknya gunakan artikel terpisah. Nantinya bisa saling internl link satu sama lain.

jasa penulis artikel

Sekian dari saya, kapan-kapan saya tambahin lagi 😀


18 komentar untuk Tips Menulis Artikel

  1. Tengkyu mas sharingnya. Intinya artikel harus mudah dipahami, jelas, natural dan saling berhubungan satu sama lain.

  2. Wah terima kasih mas, cukup jelas.
    Saya juga mau nanya, beberapa situs Indonesia sekarang menggunakan tanda centang seperti title MastahSEO, apakah itu memang memiliki pengaruh yang sangat untuk artikel kita?

    1. Centang itu kan awalnya dari salah satu web yg saya kelola, kemudian dicoba oleh tim2 saya, lantas menyebar ke orang2 yg sering “ngintipin”.

      Penggunaan centang ini, erat kaitannya sama SEO Growth Hacks sebenernya, jadi tujuannya menaikkan CTR, karena judulnya jadi menarik.

      Apa kalau dipakai bakal naikin ranking?

      Bisa iya, bisa enggak.

      Bisa iya ketika misalnya kita udah masuk halaman 1 tapi masih peringkat bawah / tengah. Dengan makai itu, secara natural rank akan naik pelan2 ke atas karena CTR tinggi.

      Bisa enggak ketika artikelnya masih di page 10, efeknya biasa aja meskipun pakai itu.

      Kurang lebih seperti itu.

  3. Makasih tipsnya mas Airul, tipsnya daging banget. Kebetulan saya juga sudah beberapa kali order artikel pakai layanan mastahseo

  4. Terima kasih tips yang dibagikan sungguh bermanfaat, bisa nemberikan gambaran yang gamblang untuk kita bisa menulis sesuai yang diinginkan user serta Google yang selalu memberikan update terbaru, sukses selalu buat mastahseo yang terus membagi ilmu yang bermanfat khususnya bagi blogger yang ingin terus belajar. Mastahseo menjadi salah satu media yang bisa dijadikan sumber relevan untuk para blogger.

  5. Thanks mas artikelnya sgt membantu buat ngasih gambaran umumnya, jadi lebih mudeng sekarang. Tapi ada beberapa pertanyaan yg ingin sya ajuin mas :

    1. Untuk pembuatan artikelnya kan ada internal link, nah itu keyword utama kan bisa nge-link ke keyword turunan. Nah, kalo keyword turunan ini ngelink ke keyword utama gmana mas? Saya masih bingung soalnya teknik Silo yg bagus itu bgaimana. Krna teknik Silo dlm internal linking ini sering dibicarakan pemain SEO, tp sy gak maksud2.

    2. Kalo di wordpress kan ada plugin SEO yoast dll buat maksimalin SEO, nah berdasar artikel ini apakah kita gak usah mikirin SEO yoast? Biasanya kan di yoast ada parameter sendiri seperti kata keyword di depan paragraf lah, hrus ada keyword di subheading lah, harus ada ini itu. Dan ini justru malah ngebuat artikel kita jd kurang natural. So, baiknya gmana ya mas?

    Terima kasih mas 😀

    (kalo temen2 yg lain pada tahu bantu komen yah)

    1. 1. Iya, kan itu di gambar bolak-balik panahnya.
      2. Sampai detik ini, saya bukan pengguna Yoast, kalaupun saya akhirnya makai, saya matiin fitur buat ngitung score (warna ijo, merah, orange), ganggu banget soalnya menurut saya. Saya cendurung maka All in one SEO, termasuk di mastahseo.com ini.

  6. Wah, saya suka pembahasan di blog ini. Meskipun saya malas nyari keyword, tapi pahamlah maksudnya.

  7. Mastah Seo selalu menginspirasi pokoknya. matur nuwun sharing nya mas Airul. Gak bosen – bosen walaupun dibaca berulang-ulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Jasa Backlink PBN Berkualitas? Klik Disini!