Airul Seorang Internet Marketer yang lahir, tumbuh dan besar di Magetan, Jawa Timur. Keperluan bisnis? bisa hubungi airul@mastahseo.com.

bloghud.com


Ikuti saya di:        

Google Search Quality Rater Guidelines

google

Apa kabar setelah update? SERP jadi porak poranda? Trafik anjlok hingga 100%?

Anyaway? saya udah lama banget kayaknya gak nulis perihal SEO di blog ini, dan saya mau nulis lagi terkait update terbaru yang cukup membuat geger dunia persilatan ini.

Ya, ada update terkait Google Search Quality Rater Guidelines yang mungkin terbilang bikin pemain SEO kelas teri kaya kita-kita ini geleng-geleng kepala.

Sejujurnya saya pribadi seneng sih dengan update terbaru ini, meskipun memang beberapa blog saya termasuk yang kena imbas update.

Pertanyaannya: Kenapa malah seneng?

Update kali ini (menurut saya) berfokus pada tiga poin penting, yakni ExpertiseAuthoritativeness dan Trustworthiness. Nah, jujur ini sejalan dengan ide-ide kedepan saya yang sedang bikin sebuah authority site.

Nah, saya mau coba kupas sebenernya apa sih yang dimaksud dengan ExpertiseAuthoritativeness dan Trustworthiness ini? Dan kenapa sampai bisa bikin pemain SEO kelas teri kaya kita berasa di cekik.

Secara garis besar, kita sama-sama tahu bahwa Google pengen memberikan hasil terbaik buat para penggunanya. Oleh sebab itu, Google jelas akan melakukan beberapa perbaikan terhadap algoritma mesin pencarinya. Singkatnya, update kali ini kenapa cukup membuat kita merasa di cekik? Karena tiga poin (ExpertiseAuthoritativeness dan Trustworthiness) ini membuat kita sekarang tidak mudah lagi membuat blog dengan beragam niche.

Nah, niche apa aja sih yang kita (pemain receh) ini susah buat berjuang di page one?

Google menyebutnya dengan YMYL (Your Money or Your Life). Beberapa contoh halaman YMYL antara lain:

  • Situs belanja atau halaman transaksi keuangan
  • Situs yang menawarkan informasi keuangan, misalnya, informasi investasi atau pajak
  • Situs yang menawarkan informasi medis tentang penyakit atau kondisi tertentu atau kesehatan mental
  • Situs yang menawarkan informasi hukum tentang topik seperti dukungan anak, perceraian, membuat surat wasiat, menjadi warga negara, dll.
  • Situs apa pun yang berpotensi berbahaya atau merugikan jika memiliki tingkat E-A-T rendah (perbaikan dan pemeliharaan mobil, misalnya)

PS: E-A-T = Expertise, Authoritativeness and Trustworthiness

Masalah besar yang membuat kita geleng-geleng kepala adalah niche diatas adalah niche yang umum digunakan oleh kita untuk membangun sebuah blog atau website. Ya misalnya saja blog kesehatan dan kecantikan.

Yang menjadi problem terbesar dari kita tentu ada pada ExpertiseAuthoritativeness dan Trustworthiness itu. Karena kita dituntut untuk:

1. Expertise

Intinya Google menyukai tulisan yang ditulis oleh para penulis Ahli. Misalnya soal kesehatan dan kecantikan, ya berarti ditulis oleh orang yang kompeten di bidangnya. Harapan Google tentu sederhana, mereka gak pengen di halaman 1 ada artikel yang menyebutkan “Gamping bermanfaat untuk memutihkan kulit”. Kasarannya begitu.

2. Authoritativeness

Poin kedua ini intinya Google pengen tau situs orang-orang dibalik layar sebuah situs itu siapa aja sih (terutama yang termasuk dalam kategori YMYL). Jadi hal yang musti kita lakukan adalah membuat halaman “about” atau “tentang” yang berisi informasi mengenai website tersebut dan orang-orang yang mengelolanya.

Poin ini masih ada kaitannya dengan poin pertama.

3. Trustworthiness

Poin ketiga ini, Google pengen menampilkan situs-situs yang bener-bener terpercaya. Misal toko online, ya Google pengennya sebuah toko online itu secure dalam hal checkout. Kalau gambaran saya sih pakai SSL (https).

Pada poin ketiga ini juga banyak yang menyebutkan ada kaitannya dengan branding. Jadi ya kita dituntut membuat sebuah website dengan branding yang kuat.

Nah, dari poin-poin diatas, saya melakukan beberapa analisa terhadap situs-situs besar, salah satunya di niche kesehatan alodokter.com.

Dari gambar diatas, kita bisa melihat betapa antengnya ranking situs ini terhadap update kali ini. Hal ini tentu tak lepas karena situs ini memenuhi kriteria E-A-T (ExpertiseAuthoritativeness and Trustworthiness).

Udah puyeng belum? Masih ada lagi lo lanjutannya.

Selain hal-hal diatas, ada juga beberapa hal yang cukup penting dalam update kali ini.

1. Kualitas Konten Utama

Ya pada intinya kualitas konten utama harus bener-bener baik, mulai dari gramar hingga isi. Konten disini bukan berarti hanya artikel, tapi juga kualitas dari sebuah halaman website (UI dan UX).

Untuk urusan konten ini, saya melakukan beberapa riset sederhana pada situs-situs luar negeri. Misalnya sebuah situs yang mengupas soal “jerawat”, situs yang berada di peringkat atas rata-rata memberikan data yang valid. Anggaplah sebagai contoh situs tersebut menyebutkan bahwa lidah buaya bermanfaat untuk mengatasi jerawat, pada artikel tersebut juga dijelaskan mengenai penelitian mana saja yang menyebutkan hal tersebut, dan tentunya memberikan link menuju halaman penelitian.

2. Iklan atau Konten Tambahan menghalangi Konten Utama

Buat kalian yang suka floating ads musti hati-hati banget soal ini. Selain itu, konten tambahan juga tidak boleh menghalangin konten utama. Konten tambahan disini bisa berupa widget dan sebagainya. Jadi balik lagi ini ada kaitannya sama UI dan UX.

3.  Judul gak boleh lebay

Jadi Google gak suka sama konten yang judulnya lebay, misal “cara memutihkan kulit dalam 10 menit”, udah pasti ini bullshit banget. Salah satu tim mastahseo.com, Kholis melakukan studi kasus untuk hal ini. Yakni dengan cara menghapus “dalam 15 menit” pada judul.

4. Penggunaan schema markup

Udah sejak lama google serius disini. Pada dasarnya menurut saya schema markup ini erat kaitannya dengan 3 poin yang telah saya sebutkan diatas.

Untuk urusan ini, saya sudah sejak lama bereksperimen, salah satunya pada halaman profile saya di blog ini: https://www.mastahseo.com/author/airul. Jika halaman tersebut di cek menggunakan Structure Data Testing Tool, maka akan muncul data terkait penulis (dalam hal ini saya).

jasa penulis artikel

Udah sejauh ini menurut saya itu aja yang penting, saya membatasi isi konten ini karena temen-temen yang baca saya rasa mayoritas adalah blogger, jadi saya fokus pada hal-hal yang sekiranya diperlukan oleh para temen-temen blogger. Tapi kalau mau mumet-mumet lagi sih, bisa baca ebook resmi dari Google yang isinya 164 halaman yang bisa di download disini.


SEO Tanpa SEO

Airul

Kontes SEO

Airul

24 komentar untuk Google Search Quality Rater Guidelines

    1. Sebenernya poinnya sudah dijelaskan diatas kok mas, Expertise, Authoritativeness and Trustworthiness. Jadi caranya adalah dengan memenuhi 3 poin tersebut.

        1. Iya, meskipun dalam beberapa hal kita masih bisa “ngakalin”, cuma saya gak akan bahas itu, karena gak baik ngakal2in.

          BL masih punya peran yang penting sampai sejauh ini.

  1. Maaf mas untuk yg KN setahu saya bukan kena deindex google tapi kena safe search on google (Algoritma dari menkominfo yg update sekitar tgl 7 agustus). Benar dulu sisa 4 yg kelihatan tp semua artikel balik lagi setelah dibuka melalui google.com.sg.

    1. KN itu deindex mas, karena di search console sendiri kena warning. KN sendiri kan punya orang mastahseo.com jg, dan datanya memang ada kalau itu deindex dulunya.

  2. Setuju mas, Intinya google pengen hasil pencarian yang sesuai dengan pertanyaan orang yang “tanya” atau “cari” lewat google search, dan yang paling penting artikelnya berdasarkan data atau riset apalagi kalau menyangkut tema YMYL . terima kasih infonya mas… tercerahkan 🙂

  3. Untuk cara BL yang baik saat ini gimana nih. Jika website tidak di BL sama sekali bagaimana pengaruhnya? Dan karena update kemarin apakah BL spam yang mungkin pernah dilakukan akan berdampak pula pada kualitas website kita?

  4. Waduh.. jadi sekarang Judul gak boleh lebay ya mas.
    Emang sih, kalau di pikir-pikir terlalu bullshit. “Menghilangkan jerawat dalam 1 hari”, mana ada menghilangkan jerawat secepat itu ya. Wkwkwk …

  5. Nanya mas, Terkait judul yg ga boleh lebay, itu maksudnya judul yg untuk seo seperti yoast seo, atau judul artikel.

    Soalnya biasanya judul artikel normal, tapi kalau judul untuk seo lebay dengan tujuan biar di klik sama user.
    Terimakasih sebelumnya mas…

  6. Mas Airul, untuk yang bagian “Expertise” ini bagaimana ya?
    1. Bagaimana cara Google mengetahui keahlian penulis?
    2. Penjelasan seperti apa atau perlu kita tulis di halaman mana untuk menginformasikan kalau kita memang ahli.

    Matur nuwun,
    Nunung

    1. Jawabannya sederhana, google itu ada big data. Mereka mengumpulkan banyak data dari berbagai sumber. Let’s say wikipedia, wikidata.org, dsb. Termasuk juga penggunaan schema.org.

      Penulisan seperti apa yg perlu kita tulis? ada banyak tentunya. Ditulis aja belum tentu cukup, karena parameternya banyak sekali dan sulit buat dijelasin. Mungkin bisa pelajari soal sumber big data google ini, nanti bakal tahu alurnya seperti apa.

  7. Mas nanya nih, untuk schema markup ini sama dengan schema.org kah? Itu kalau di Blogger bisa diset apa nggak yah? Aku habis coba tes di tool-nya itu banyak banget warningnya mau nangis T.T

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Jasa Backlink PBN Berkualitas? Klik Disini!