Airul Khoirul Anwar atau lebih dikenal sebagai Airul adalah seorang pemasar digital yang memiliki minat utama pada Search Engine Optimization (SEO). Keperluan bisnis? bisa hubungi airul@mastahseo.com.

www.ponselplus.com


Ikuti saya di:        

Mobile SEO

mobile seo

Sejak kepopuleran smartphone, pengguna internet saat ini mulai beralih menggunakan gadget mereka untuk menjelajah dunia maya. Lebih praktis dan dapat mengakses internet kapan saja dan dimana saja. Dan berdasarkan pengamatan saya lewat salah satu web yang saya kelola, sekitar 93% penggunjung di web yang saya kelola tersebut datang lewat mobile.

Behavior pengguna berubah = Google juga berbenah. Dan pada 26 maret 2017 kemarin, Google meluncurkan mobile-first indexing, bisa dibilang ini adalah salah satu algoritma terbaru dari mereka.

Sejujurnya, sebelum secara resmi diluncurkan melalui blog resmi mereka, saya sudah mulai mengamati perkembangan mobile SEO dari akun-akun Twitter para pemain SEO luar negeri. Bahkan baru-baru ini, Brian Dean juga menerbitkan artikel seputar mobile SEO.

Pertanyaan pertama: apa sih mobile first indexing itu?

Berdasarkan laman resmi Google, mereka menyebutkan bahwa sebelum algoritma terbaru ini diluncurkan, Google melakukan perayapan, pengindeksan, dan menentukan peringkat berdasarkan versi desktop, hal ini yang seringkali menyebabkan perbedaan ranking pada hasil penelusuran seluler. Dengan algoritma mobile first indexing Google akan memprioritaskan hasil penelurusan mobile sebagai acuan untuk penelurusan dekstop.

Pertanyaan kedua: apa yang harus kita lakukan untuk menyesuaikan diri dengan algoritma ini?

1. Membuat website yang mobile friendly

Ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membuat website yang mobile friendly. Cara sederhana tentu dengan menggunakan theme yang responsive, sementara cara lain bisa menggunakan 2 halaman yang berbeda antara versi dekstop dan versi mobile (m.domain.com dan www.domain.com).

Saya pribadi lebih memilih menggunakan theme yang responsive karena lebih simple.

2. Perbaiki load speed (versi mobile)

Load speed versi mobile bisa menjadi parameter yang menentukan untuk menyesuaikan diri dengan update terbaru ini. Saya pribadi sudah fokus dengan masalah ini sejak lama, dan beberapa hari yang lalu saya sudah menulis artikel terkait cara mempercepat loading website.

Menurut saya pribadi, beberapa hal yang musti dibenahi untuk urusan mobile first indexing dari sisi kecepatan load adalah pada bagian “Prioritaskan konten yang terlihat” (bisa di cek di Google pagespeed insight). Hal ini dikarekan konten yang tidak ter-crawl dengan baik oleh Google akan sedikit sulit bersaing di halaman pertama. Untuk lebih lengkapnya bisa lihat gambar dibawah ini.

3. Fokus pada UI dan UX

Kalau saya boleh mengatakan, tak banyak blogger dan pemain SEO di Indonesia yang peduli akan UI dan UX dari blog atau web yang mereka kelola. Tampilan asal-asalan, penuh iklan dimana-mana, dsb.

Padahal UI dan UX itu tidak hanya berpengaruh pada estetika, tapi jika tidak diperhatikan dengan baik juga bisa menjadi salah satu yang bisa membuat bounce rate membengkak yang akhirnya perlahan membuat ranking blog yang kita kelola merosot. Masalah UI dan UX, erat kaitannya dengan teknik SEO Growth Hacks yang pernah saya tulis.

4. Perbaiki CTR versi mobile

Salah satu cara menaikkan CTR versi mobile adalah dengan membuat judul yang menarik, biasanya hal ini dilakukan dengan membuat judul yang panjang. Sayangnya, panjang judul juga dibatasi oleh Google hingga 70 karakter. Tapi ada satu hal yang belum banyak diketahui oleh pemain SEO, yakni panjang judul untuk versi mobile bisa mencapai 78 karakter.

Contohnya ada pada keyword allintitle ini, versi dekstop tanpa ada embel-embel “- Mastah SEO” di akhir judul, sementara untuk versi mobile terdapat embel-embel “- Mastah SEO”. Atau silahkan amati di hasil pencarian Google lainnya, nanti akan menemukan beberapa perbedaan pada hasil pencarian. Misalnya pada deskripsi, versi mobile mengambil dari meta description, sementara versi dekstop mengambil dari potongan artikel.

Kabar baiknya adalah, kita bisa lebih fokus membuat judul hingga 78 karakter karena Google saat ini lebih fokus pada mobile dan User juga lebih sering menggunakan mobile.

Pertanyaan ketiga: Apakah perlu menggunakan AMP?

Saya sempat membuat tulisan di bixbux.com bahwa AMP memiliki potensi menaikkan bounce rate (jika kita belum tahu cara menggunakannya dengan tepat). Itu pendapat saya. Sementara pendapat lain dari Brian Dean mengatakan bahwa AMP bisa membatasi fungsi-fungsi dari website kita (misalnya jquery).

Selain itu, dia juga punya pendapat bahwa AMP can hurt your link building efforts, hal ini dikarenakan ketika orang mengunjungi web kita lewat AMP, pengunjung tersebut tidak benar-benar diarahkan ke website kita, melainkan diarahkan ke web AMPnya Google. Bagi pengguna AMP, coba deh cek url pada tab ketika mengakses blog lewat AMP, disitu akan terlihat url-nya diawali dengan https://www.google.co.id/amp/s/ (nah, itu yang dimaksud oleh Brian Dean).

Meskipun pendapat saya dan pendapat Brian Dean diatas masih bersifat opini, tapi yang jelas saya pribadi saat ini masih belum menggunakan AMP. Parameter saya sederhana aja, selama pakai AMP dan enggak tetep page 1, it’s okay berarti nggak perlu pakai. AMP belum jadi barang wajib kok. Apalagi ni Google juga bilang kalau Google prefers the mobile version of the non-AMP URL for indexing (sumber).

jasa penulis artikel

Ya kurang lebih itu sih sejauh ini saran-saran saya terkait mobile first indexing, nanti kalau kepikiran lagi akan saya tambahkan. Atau mungkin ada pandangan seputar ini? Sampaiin lewat komentar aja.


8 komentar untuk Mobile SEO

  1. Syukur deh.. kemarin baru aja optimasi Pagespeed google, semoga dengan rencana peluncuran mobile SEO tidak ada dampak yang signifikan pada traffic.

    1. Kurang amal, wkwkwk

      Tinggal benerin problemnya aja dimana, kan ada petunjuk dari sananya.

      PS: Males gue mau jawab, ini di WA jg udah ditanyain.

  2. Pagespeed saya sudah diperbaiki (Skor 90+) Tapi apakah perlu memperhatikan skor di GTMetrix? Karena di web tersebut juga mencamtukan pagesizes yang kalau tinggi otomatis loading lebih lelet..

    Mohon infonya mas
    .

    1. saya pribadi lebih fokus ke pagespeed insigth, karena:

      1. Itu tools Google
      2. Itu tools Google yang terintregasi dgn chrome user experience, jadi kecepatan web juga dihitung berdasarkan pengalaman pengguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Jasa Backlink PBN Berkualitas? Klik Disini!