fbpx
Airul Seorang Internet Marketer yang lahir, tumbuh dan besar di Magetan, Jawa Timur. Keperluan bisnis? bisa hubungi airulaltarf@gmail.com.

https://airul.blog


Ikuti saya di:        

SEO 2019

Banyak praktisi SEO bilang, SEO hari ini semakin rumit. Pada dasarnya hal ini tidak sepenuhnya salah, karena memang SEO pada tahun 2019, “banyak-banyakan backlink” sudah tidak lagi menjadi kunci utama dalam merankingkan sebuah keyword.

Lantas apa saja yang menjadi kunci SEO di tahun 2019 ini? Artikel ini akan berisi hasil riset saya dan berdasarkan artikel-artikel dari Backlinko.com dan Neil Patel yang sudah saya coba.

Langsung aja, kita bahas satu persatu.

1. Konten FRESH

Konten yang fresh yang saya maksud disini bukan konten fresh yang umumnya dikenal praktisi SEO (selalu ada artikel tiap hari atau tiap minggu). Konten yang fresh disini memiliki arti konten tersebut tidak memiliki kesamaan dengan konten-konten yang sudah ada sebelumnya.

Sebagai contoh kita ingin membuat artikel seputar “belajar seo”, kemudian kita rewrite artikel-artikel yang banyak berada di halaman pertama. Artinya, konten tersebut tidak fresh, karena ketika orang membaca, maka akan bergumam dalam hati “ah, isinya sama aja kaya blog sebelumnya”. Alhasil, akan meningkatkan bounce rate, menurunkan kemungkinan orang untuk membagikan artikel kita ke sosial media.

Sebagai contoh konten “fresh” adalah artikel “belajar seo” di mastahseo.com ini, di kala banyak blog yang membahas teknis onpage, offpage, dan sebagainya. Justru mastahseo.com membuat konten yang sangat berbeda, yakni hal-hal yang seharusnya diketahui oleh orang-orang yang sedang ingin belajar seo. Hasilnya? silahkan lihat sendiri di Google dengan mengetik keyword “belajar seo”.

Permasalahannya, bagaimana jika memang inti dari artikel yang kita tulis memang harus sama dengan artikel-artikel blog lain yang sudah ada?

Jawabannya, buatlah artikel dengan gaya bahasa yang lebih menarik dan lebih mudah dipahami. Carilah titik lemah dari artikel lain yang serupa dan buatlah konten yang lebih baik dari yang sudah ada.

2. Search Intent

Apa itu search intent? Kalau dalam bahasa Indonesia, artinya “maksud pencarian”, atau lebih enaknya lagi tujuan dari pencarian sebuah keyword.

Menurut saya, ini adalah sesuatu hal yang sangat sulit dijelaskan menggunakan kalimat, tapi inti sederhananya adalah sebuah artikel yang baik tidak hanya harus menarik dibaca, melainkan juga harus sesuai dengan apa yang pengunjung inginkan.

Contoh search intent yang sering saya lihat misalnya adalah “Jual Manfaat Obat Jerawat”. Boleh percaya atau tidak, artikel dengan pola seperti ini akan sangat sulit masuk halaman pertama baik di keyword “jual obat jerawat” maupun keyword “manfaat obat jerawat”.

Pada intinya, kenali pembaca dan kenali apa yang dibutuhkan pembaca saat membuat artikel.

3. Mobile Friendly

Google sudah sejak tahun lalu meluncurkan algoritma mobile first (sebelumnya sudah saya bahas di artikel Mobile SEO). Algoritma ini diluncurkan karena saat ini lebih banyak pengguna internet yang menggunakan mobile daripada dekstop.

Cara kerja dari algoritma ini adalah dengan memprioritaskan index mobile daripada dekstop. Sebagai contoh, bisa saja di dekstop keyword kita berada di urutan pertama, tapi saat di mobile ternyata anjlok di posisi kelima. Dalam kasus ini, mobile SEO kita berarti bermasalah.

4. HTTPS

Pada dasarnya, ini bukan hal yang secara langsung mempengaruhi SEO. Namun seperti kita tahu, saat ini browser Chrome akan memberikan tanda “tidak aman” untuk situs yang tidak menggunakan HTTPS. Bagi kita yang bergelut di dunia SEO, tentu akan melihat label “tidak aman” ini sebagai sesuatu yang wajar. Namun bagaimana dengan pengunjung web kita yang umumnya awam dengan hal ini? Tentu mereka akan menilai situs kita yang tidak menggunakan HTTPS berbahaya untuk dikunjungi, alhasil close tab, bounce rate tinggi, ranking anjlok.

5. Perhatikan UI dan UX

Ini hal basi yang sudah sering saya bahas di blog ini. Tapi sekali lagi saya ingin mengingatkan bahwa UI dan UX memegang peranan penting dalam hal kenyamanan user dalam mengunjungi situs kita. UI dan UX yang baik akan membuat pengguna nyaman menjelah situs kita dan tentunya membuat bounce rate dari web kita aman.

Bounce rate yang tinggi bisa membuat ranking tadinya diatas, tiba-tiba anjlok ke antah brantah.

6. Branding

Alih-alih hanya memanfaatkan keyword yang sudah ada untuk menjaring visitor, bangun branding sebuah web dengan baik juga. Saya ambil contoh sederhana beberapa keyword terkait mastah seo berikut ini.

branding

Jika kita lihat, gambar diatas menunjukkan bahwa ada beberapa keyword yang diketik oleh pencari untuk mengunjungi mastahseo.com ini. Misalnya saja:

  • LSI Mastah SEO (jadi dalam pikiran orang yang ingin mencari LSI keyword, salah satu tempatnya di mastahseo)
  • Jasa Artikel Mastah SEO
  • dll

Dengan begitu, kita akan “memiliki keistimewaan” tersendiri di mata Google.

Jika kita analisa secara seksama, akan terlihat jika halaman diatas tidak banyak menggunakan backlink, sangat berbanding terbalik dengan para kompetitor (yang pada perang backlink), hanya dengan segelintir backlink, mastahseo tetap masih bisa berada di halaman pertama (urutan ke 2).

7. Voice Search

Jujur saya belum secara dalam mempelajari voice search ini. Dan saya pribadi juga melihat bahwa mayoritas orang di Indonesia masih melakukan pencarian dengan cara mengetik keyword dibandingkan “Oke Google”. Tapi meskipun begitu, voice search ini tentunya akan semakin berkembang dari hari ke hari dan layak untuk dipelajari.

jasa penulis artikel

Sementara, itu yang bisa saya bagikan. Semoga bermanfaat.


18 komentar untuk SEO 2019

  1. Maaf mas, sepertinya agak melenceng dari topik. Kalau di tahun 2019 ini Guest Post masih efektif? Dan kalau ngebacklink (Guest Post) 2x di situs yang sama, apakah powernya masih bagus?

    Terima kasih

    1. Segala sesuatu yang berkaitan dengan backlink, tidak bisa dipukul secara rata.

      Apa masih efektif? Jawabannya masih, tapi tentu bergantung pada banyak hal (sumber, cara main kita, dan sebagainya)

      Apa guest post 2x di situs yg sama powernya masih bagus? Saya pernah membaca (atau melihat video) dari Matt Cuts (kalau gak salah, intinya orang google) kalau 1000 link dari 1 domain yang mengarah ke 1 page, powernya tetep di anggap 1. Disini, kalau saya pribadi melihat kata yang dipakai dalam kalimat tersebut adalah “page” yang artinya halaman, dalam artian bukan seluruh halaman web.

      Dalam kasus ini, saya pribadi memiliki pengalaman jika ngebacklink lebih dari 1x di situs yang sama bisa memberikan power yang sama bagusnya dengan catatan beda “page”. Misalnya, guest post A untuk artikel A, guest post B untuk artikel B, dan seterusnya. Jadi, kalau targetnya power dari backlink, sebaiknya jangan arahkan 2 backlink dari 1 situs yang sama ke 1 target saja.

      1. Terima kasih jawabannya mas Airul. Satu lagi, lebih baik Guest Post di situs yang ramai pengunjung, atau buat artikel di PBN minim visitor, tapi punya kualitas backlink serta matrik lebih tinggi ketimbang situs ramai tersebut?

        Powernya kuat yang mana ya?

        Sukses terus mas.

        1. Kenapa tidak dipakai keduanya saja?

          Parameter bagus / tidak bagus dalam dunia seo itu sulit di tentukan.

          PBN minim visitor tapi kualitas seonya bagus, bisa memberikan link juice yang bagus (direct seo)

          Guest post di situs rame akan menambah adanya interaksi (pengunjung mengunjungi web kita), biasanya di sebut dengan indirect seo.

          Perlu di ingat bahwa Google chrome, Google analytics, dsb itu mencatat interaksi dari para pengguna dan membuat laporan ke Google. Secara tidak langsung, ini bisa mempengaruhi ranking.

  2. Assalaamu’alaikum,,
    maaf mas, saya newbie, saya ingin belajar ngeblog lewat blogger,
    langkah pertama apa dulu ya agar artikel masuk page one di google search?

  3. Mantap jiwa kang, ane lagi aktif kembali belajar seo. oh iya sudah lama gak update ane kang. mau tanya, kalo tanda ” √ ” pada title itu ngaruh gak sih kang untuk seo? jarang orang bahas tanda itu, tapi ane searching kok mayoritas yang ada di page one pake tanda itu ya.. mohon pencerahannya..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *