Airul Khoirul Anwar atau lebih dikenal sebagai Airul adalah seorang pemasar digital yang memiliki minat utama pada Search Engine Optimization (SEO). Keperluan bisnis? bisa hubungi airul@mastahseo.com.

Ikuti saya di:        

SEO untuk Toko Online

seo toko online

Di era sekarang, jualan online menjadi pilihan banyak orang. Dan menurut saya pribadi, orang yang paham SEO namun tidak memanfaatkan itu untuk berjualan adalah sebuah bentuk kerugian.

  • Gak punya barang? kan bisa dropship
  • Punya modal? ya tinggal bikin barang sendiri

Kenapa SEO buat jualan itu lebih gurih? Karena emang dimana-mana seperti itu bro. Main AdSense 1 klik $0.01, lha buat jualan sekali laku bisa 30-50rb, sehari laku 10 produk aja deh, udah lumayan banget. Dan yang lebih seru adalah kita bisa jadi orang yang lebih berguna karena bisa mengkaryakan orang (jadi CS, jadi tukang packing, dsb).

Terkait soal SEO toko online ini Sejujurnya saya udah pernah saya bahas di bixbux.com, tapi disana emang sekadar saya tulis insight ringan aja. Nah, materi ini saya buat terkait juga sebenernya dengan artikel cara membuat blog authority (yang belum sempat saya lanjut). Wis to, kalau punya blog authority, bebaslah kita mau monetize pakai apa.

Well, saya rasa udah banyak orang yang tahu salah satu website saya, sering banget di “ghibahin” di status dan saya pingin sedikit bahas soal itu sedikit. Terutama terkait strategi saya, kalau teknis SEO yang dalem mah baca-baca aja di artikel lain di blog ini. Ada banyak materinya.

Oke, kita lanjut materi ini.

1. Strategi SEO Toko Online

– Tepat memilih keywords

Ini hal mendasar yang penting banget dalam urusan jualan, karena disini kita memang bener-bener harus cerdas mengira-ngira. Let’s say kata kunci terkait jualan, misalnya “manfaat nama produk”. Okelah pencarinya tinggi, tapi berdasarkan pengalaman saya, mayoritas orang yang mencari keyword ini adalah orang yang:

  • Kepo doang
  • Penjual lain yang cuma mau copas artikel / nyomot gambar
  • Dsb

Atau keyword “nama produk di apotek”, yang ada cuma bakal dapat pengunjung yang nyari info apakah dia bisa beli produk di apotek. Buang-buang waktu kadang ngladenin, closing rate-nya rendah.

Atau keyword edukasi misalnya seputar cara menghilangkan bekas jerawat tadi, kita harus bener-bener menganalisa, apakah keyword ini potensial untuk kita gunakan sebagai bahan beriklan. Karena berdasarkan pengalaman saya dan tim, mayoritas pencari keyword ini adalah abg labil yang punya daya beli yang sangat rendah, wajar saja mereka belum punya penghasilan tetap.

– Buat artikel yang mengarah ke produk

Ini khusus artikel edukasi aja. Anggalah kita punya keyword cara mengobati asam urat. Disini saya akan riset terlebih dahulu bahan-bahan alami yang bisa mengatasi asam urat, misalnya saya udah terkumpul 10 bahan (yang bisa dijual tentunya), saya akan buatkan artikel 10 Cara Mengobati Asam Urat dengan Bahan Alami”. Jadi, dari 10 list tersebut, semua adalah produk yang saya jual.

Strategi penjualannya, ya macem-macem:

  1. Kita bisa internal link ke halaman produk
  2. Kita bisa pasang no. telp di setiap list produk
  3. Dan silahkan dipikir sendiri

Saya secara pribadi hanya melakukan ini untuk produk-produk yang sudah bekerja sama secara personal, kalau produk-produk dropship saya jarang bener-bener serius. Enakan di dia brand-nya saya endorse gratis.

2. Strategi Mengolah Traffic dari SEO

Menariknya orang ngerti SEO dan memanfaatkannya untuk berjualan adalah bisa memanfaatkan traffic-nya untuk sesuatu yang lebih kreatif. Jadi gak cuma pengunjung dateng, klik AdSense, selesai.

Kita bisa belajar juga tuh soal remarketing AdWords, kita bisa belajar juga soal retargeting FB Ads. Bagi yang masih awam banget, garis besarnya gini nih, misalnya kita punya keyword “cara menghilangkan bekas jerawat”, kita kemudian pasang kode pixel FB, dan tracking AdWords.

Nantinya data pengunjung tersebut akan terekam oleh kedua platform iklan diatas. Tinggal kita iklanin tuh mereka-mereka produk soal penghilang bekas jerawat. Intinya, kalau mau main toko online dan memulainya lewat keahlian SEO, harus main big data, jadi visitor gak cuma sekali doang berkunjung, tapi dibuat balik lagi dan balik lagi (bisa lewat FB Ads atau AdWords).

3. Strategi Branding memanfaatkan SEO

– Buat artikel edukasi

Pada dasarnya saya udah nulis poin ini diatas, tapi saya ingin nambahin dikit karena emang ada kaitannya sama branding juga. Saya pernah nulis di FB, kurang lebih isinya begini:

Saya adalah penggemar Sabrang MDP, baik sebagai Noe Letto atau sebagai Sabrang anaknya Cak Nun.

Ada banyak hal yang menurut saya sangan menarik untuk dipelajari dari orang yang satu ini, yaitu kecerdasan dan kebijaksanaan dalam menilai sesuatu.

Sabrang ini punya ruang diskusi bernama Martabat, sebuah ruang diskusi yang tidak menjanjikan apa-apa kecuali menjanjikan ndasmu tambah mumet.

Dan sebagai IM, materi ini adalah salah satu materi yang bisa dijadiin sumber referensi. Dari informasi yang saya tahu, Sabrang sebenarnya adalah seorang praktisi IT dan IM juga, sama seperti kita-kita.

Kurang lebih isinya sebagai berikut:

Salah satu jualan online yg efektif adalah dengan membangun ‘attachment’ dengan calon pembeli, ‘attachment’ bisa dilakukan misalnya dengan memberikan sesuatu ke calon pembeli. Memberikan sesuatu ini bukan berarti sebuah barang, tapi bisa berupa informasi yang dia butuhkan.

Misalnya kita mau jualan gitar, ya isi blog kita dengan hal-hal berbau gitar, misalnya “cara memilih gitar yang baik”. Dengan begitu orang akan punya sambungan ke kita, orang akan percaya ke kita bahwa kita orang yg paham soal gitar, jadi kalau dia beli gitar, besar kemungkinan di kita.

Nah, pada sadar gak bahwa perusahaan besar udah mulai mengarah ke arah itu sekarang? Coba deh cek tokopedia.com/blog/ atau bukalapak.com/blog/. Dua marketplace ternama ini mulai fokus mengisi konten blog mereka dengan konten-konten edukasi, padahal dulu cuma buat pengumuman-pengumuman doang. Hal ini dilakukan untuk tujuan strategi branding sekaligus indirect marketing.

Selain meningkatkan penjualan, dengan strategi ini, akan membuat banyak pemilik produk yang menawarkan diri ke kita, kita gak perlu ribet-ribet nyari blusukan.

– Buat video review produk

Saya pernah uji coba ini, sebuah video sederhana (cuma hasil edit-edit video aslinya, maaf ya yang punya video, udah saya copot kok, cuma buat case study aja).

Intinya video Youtube ini saya embed di salah satu artikel yang terkait dengan produk yang ada pada video tersebut. Dan hasilnya? dalam seminggu aja sudah ribuan views dan tentunya banyak closing. Video review semacam ini membuat meningkatkan kepercayaan calon pembeli.

Kerennya lagi, video kita bakal page one dengan sendirinya dengan strategi ini.

***

jasa penulis artikel

Sementara itu dulu, saya sembari mikir apa ya materinya. Masih blank euy, kasih saran butuh materi apa di komentar ya. Terutama terkait digital marketing.


19 komentar untuk SEO untuk Toko Online

  1. Mas, saya dan tim saat ini cuma mengandalkan SEO dan FB Ads sebagai media promo. Pengen mencoba adwords, tp masih ngeraba2 harus apa dan bagaimana membuat dan mengelola campaign secara tepat.
    semoga kedepannya bisa di sharing lebih banyak ttg pengalaman2 selama memakai adwords untuk jualan. Terutama hal2 dasar untuk pemula yg belum terbiasa dengan adwords.

    1. Salam mbak Khadijah.

      Saya ingin memberikan gambaran sedikit terkat adwords, karena memang ada beberapa tipe iklan di adwords, mulai dari yg di search (tampilan biasa), shopping ads (yang kotak-kotak atas kaya Tokopedia, dsb), kemudian iklan yang tampil di blog2 para publisher adsense.

      Kalau ditanya yg paling efektif, shopping ads menurut saya paling efektif, tapi memang sedikit lebih rumit. Sehingga untuk pemula, yang search (tampilan biasa) saran saya.

      Kemudian berbicara mengenai campaign, pada dasarnya jika saya melihat background mbak yg sudah pakai SEO dan FB Ads, ada 2 hal yg menurut saya sudah lumayan mateng. SEO modal untuk menentukan keyword (untuk AdWords), FB Ads modal mindset paid traffic.

      Jadi menurut saya, pada dasarnya campaign AdWords dan FB Ads gak jauh beda. Bedanya ada parameternya saja, yakni pada AdWords namanya Quality Score. Quality Score ini dihitung dari 3 parameter, yakni clickthrough rate, ad relevance, dan landing page experience. Jadi pilihan mengelola sebuah campaign AdWords terletak pada ini, kalau Quality Scorenya buruk, pilihannya tinggal diperbaiki iklannya, atau di kill.

      Kurang lebih seperti itu, semoga jawaban saya ini sesuai dgn pertanyaannya, karena jujur saya masih bingung dengan kata “campaign secara tepat” pada pertanyaannya.

  2. Salam kenal mas irul,
    Punten Nubi numpang tanya,,

    Mungkin bisa dishare pemasangan FB pixel jika untuk blog yg memakai pagebuilder seperti elemntor, divi, dipasang dmn nya ya ?

    Terimakasih

    1. Salam kenal jg mas, saya gak bisa jawab secara detil, krn saya tidak tahu kebutuhan pixel-nya seperti apa dan saya juga bukan pengguna plugin yg disebutkan diatas.

      Tapi jika kebutuhan pixelnya cuma level dasar, pada dasarnya bisa langsung di tanam di theme tanpa lewat plugin2 diatas.

  3. Oh iah hu, mau tanya. Untuk mengatasi duplikat konten dari toko online, apakah bisa di atasi dengan keyword mapping, dan perlukah setiap detail iklan produk nya di kasih rel “canonical ” untuk mengarah ke kategori/tag produk, ?
    Karena,seperti lazada, ada beberapa detail produknya di bikin no index gitu ..

    Mohon pencerahannya 😊

    1. Kalau duplicate content saya rasa kurang efektif dgn keyword mapping (tapi saya jg kurang tahu sih duplicate yg dimaksud seperti apa). Saran saya, canonical / noindex aja.

      PS: Lain kali kalau comment pakai nama asli aja ya mas.

      1. Seperti kebanyakan toko online, contohnya lazada,bukalapak dan tokopedia. kan banyak orang yang upload produk gitu, dengan title tag,deskripsi yang identik mirip tentunya.dengan begitu, jadinya kedetek duplikat content jika kita lihat dari audit pake tools SEO seperti Semrush dan tools lainnya.

        https://www.mastahseo.com/keyword-mapping

        Mengingat dari artikel mastahseo tentang keyword mapping, punya peranan dalam memberikan sinyal ke argoritma google, bahwa konten yang di kasih link
        Building tersebut yang paling relevan dari banyaknya content yang identik mirip.

        Nah, dari duplikat konten tersebut bagusnya di bikin kaya gimana ya gan. Apa harus keyword mapping,cononical, noindex gitu atau di Mix semuanya gitu?

        Sejauh ini, saya nerapin keyword mapping untuk linkbuilding ke kategori produk gitu, tanpa canonical dan noindex halaman duplikatnya, dan berhasil mendapatkan posisi dari google.namun saya khawatir, lambat laun posisi keyword dari kategori/tag tersebut , malah tergantikan sama halaman detail produk dari mesin pencarinya.

        Mohon pencerahannya mastah 🙂

        1. Kalau ngikutin tools, gak akan ada habisnya mas, krn tools kan cuma hasil ngira2, belum tentu duplicate beneran versi Googlenya.

          Gak semuanya harus di noindex, contohnya bukalapak, tokopedia atau marketplace lain. Mereka cuma main canonical aja.

          Hal yg paling credential dari itu semua ada pada canonical, jadi saran terbaik saya itu.

  4. Mas Airul asya punya web toko online, bagian deskripsi produk seringkali saya kopi paste, karena kalau saya tulis beda2 jadi ‘ ndasku mumet dewe jare sabrang”. Saran Mas Airul harus seperti apa?
    salam Ma’iyah

  5. Selamat malam, numpang komentar. Selain toko online, saya udah baca seo yang untuk blog di situs ini. Kalo untuk website news, seo dan internal linking-nya sama gak kayak blog atau beda? Misalkan beda, kalo boleh dibahas juga dong mas. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Butuh Jasa Backlink PBN Berkualitas? Klik Disini!