Tips SEO

SEO Growth Hacks

Masih ingat dengan artikel saya mengenai 8K/Hari dalam 1 bulan? Lantas apa kabar blog tersebut? Silahkan cek screenshoot dibawah ini. Ya, screenshoot di artikel sebelumnya tertera tanggal 18 Agustus 2017 dan pada tanggal 2 September 2017. Terlihat jelas bahwa trafik yang ada melonjak hingga 18K (lebih dari 100%), yang artinya hanya dalam waktu sekitar 2 minggu. Mungkin, sebagian bakal berfikir, “ya mungkin karena Idul Adha mas, dan keywordnya seputar itu, makanya pencarian naik, jadi trafik naik”. Namun saya berani menjamin bahwa blog ini tidak ada kaitannya dengan momen Idul Adha. Kenaikan trafik dikarenakan karena rata-rata keyword berada di urutan #1, dan yang saya lakukan untuk menaikkan ranking ke top 1 adalah dengan melakukan teknik growth hacks. Ya growth hacks, mungkin banyak dari kita yang baru mengenalnya. Istilah ini sebenarnya lebih populer di dunia profesional, namun secara teknis sebenarnya banyak orang yang paham akan hal tersebut. Growth hacking adalah ketika Anda fokus memahami pengguna dan bagaimana…

Belajar SEO

Mas, kalau belajar SEO, awalnya harus dari mana? Pertanyaan diatas adalah pertanyaan sakti yang kadang membuat saya bingung memberi jawaban yang tepat. Jika saya tarik ke belakang, saya mengenal namanya dunia HTML, CSS dan Javascript ketika SMP, kemudian berlanjut ke PHP dan MySQL ketika menginjak bangku SMA, barulah ketika lulus SMA pada tahun 2012, saya mulai belajar SEO. Itu juga karena nggak ada niatan buat main AdSense atau apa-apa, pokoknya semua mengalir karena rasa ingin tahu saya saja. Satu tahun setelahnya, yakni tahun 2013 saya baru pertama kali mendapatkan duit dari AdSense, kalau nggak salah sekitar $300, kemudian sebulan setelahnya saya menjual blog saya ke bule seharga $1000, itu adalah uang terbesar pertama saya hasil SEO. Saya dapat semua itu setelah satu tahun nggak jelas, nggak dapet apa-apa, makanya saya cukup heran dengan pemula-pemula yang merasa SEO itu bisa bikin cepet kaya. Eh bisa aja sih kalau kita orang kaya, tinggal bayar…

Anchor Text

Anchor text yang pakai keyword berapa % mas? Yang naked URL berapa %? Yang generic berapa % mas? Too much questions about this topic. Dan pada akhirnya malah membuat kita gak action, diem di tempat nunggu jawaban pasti. Lantas, sebenernya kenapa sih kita nggak perlu capek-capek buat mikirin takaran dari anchor text? Jawabannya karena memang mau pakai anchor text keyword semua sebenarnya aman-aman saja, dengan catatan sumber backlink yang kita gunakan memang baik. Saya bicara ini bukan hanya sekadar omong kosong, semua disertai dengan hasil research dan study case. Research pertama kita bisa lihat pada web-web yang di kontes SEO-kan, mereka akan selalu menggunakan anchor text yang sama, apa mereka terkena penalti akibat hal tersebut? fakta di lapangan menyebutkan bahwa malah mereka page 1. Kalau tidak percaya, silahkan cek dan pantau kontes-kontes SEO yang saat ini berjalan. Research kedua bisa selain menyangkut anchor text, juga menyangkut masalah sitewide link (backlink di sidebar, footer, header, dsb).…

Internal Link

Ketika berbicara mengenai SEO, banyak pihak yang seringkali lupa peran penting internal link dalam SEO. Yes, banyak sekali yang biasanya menggunakan terlalu banyak backlink, bahkan di arahkan ke semua artikel. Apa itu salah? Saya tidak menyalahkan, tapi mungkin hal semacam itu akan sangat menguras waktu dan tenaga. Dalam SEO, saya sudah membuat blueprint yang digunakan oleh team-team saya. Orang yang paling getol makai teknik ini adalah Rizam, dan sekarang gantian Pramudya Ksatria A.K.A Satruk yang sedang mencoba peruntungan. Sejujurnya, di chat diatas saya sudah bilang “jangan bocorin kemana-mana”, tapi bukan berarti saya nggak mau share. Hanya saja butuh waktu yang tepat. Kita bisa sama-sama membaca bahwa disini Satruk bingung dengan blog baru rizam yang backlink cuma segelintir, tapi semua artikel page-one. Ada beberapa hal yang dia lakukan, pertama jelas SEO Growth Hacks, kemudian keyword Mapping dan yang ketiga adalah internal link yang baik. Disini saya berusaha menjelaskan dengan kata sesederhana mungkin,…

Tips Mencari Expired Domain

Tidak dapat dipungkiri bahwa PBN adalah primadona dalam hal link buildings. Kelebihan yang ditawarkan membuat backlink jenis ini cenderung disukai oleh Google. Namun seperti kita tahu, menemukan Expired Domain yang baik memanglah tidak mudah. Lantas bagaiman cara yang relatif aman dan mudah untuk mencari expired domain? mari kita ulas secara mendalam. Expired Domain atau juga beberapa yang menyebut aged domain adalah domain yang sudah pernah digunakan oleh orang lain untuk membuat sebuah website, kemudian ketika masa aktif domain habis, pemilik lama tidak memperpanjang domain tersebut. Entah karena lupa atau bisa saja karena hal-hal yang lain misalnya karena domain tersebut terkena penalti Google sehingga dibiarkan terbuang oleh pemilik lama. Dan hal-hal seperti domain expired yang terkena penalti inilah yang seringkali dihadapi oleh para pemburu domain. Sebelum lanjut lebih jauh, saya akan mencoba memberikan gambaran proses sebuah domain berstatus expired. 1. Grace Period Grace Period adalah periode dengan jangka waktu 45 hari…

Navigate