Google baru saja merilis Spam Update Agustus 2025 yang kembali menegaskan fokus utamanya pada peningkatan kualitas hasil pencarian. Salah satu aspek penting dari pembaruan ini adalah penanganan backlink spam—praktik lama yang sering digunakan untuk memanipulasi peringkat website di mesin pencari.
Beberapa tahun lalu, backlink spam kerap menjadi senjata utama para pelaku SEO. Ribuan tautan otomatis dari forum, komentar blog, hingga PBN (Private Blog Network) bisa mendongkrak ranking sebuah situs dalam waktu singkat. Namun, sejak sederet update algoritma Google—mulai dari Penguin hingga update spam terbaru—praktik tersebut semakin kehilangan pengaruhnya.
Yang menarik, pada dokumentasi spam update, Google menuliskan:
“In the case of a link spam update (an update that specifically deals with link spam), making changes might not generate an improvement. This is because when our systems remove the effects spammy links may have, any ranking benefit the links may have previously generated for your site is lost. Any potential ranking benefits generated by those links cannot be regained.”
Sekilas, kita bisa menyimpulkan bahwa link spam kini hanya diabaikan. Artinya, tautan-tautan tersebut tidak lagi membawa dampak positif maupun negatif. Jika sebelumnya bisa memberi dorongan ranking, kini efeknya dihapus sepenuhnya.
Sebagai gambaran, bayangkan Situs A yang sebelumnya berhasil naik ke halaman pertama Google hanya karena mendapatkan ribuan backlink spam dari berbagai website acak. Ranking situs A melonjak karena sistem Google saat itu masih menganggap banyaknya backlink sebagai sinyal otoritas.
Namun, setelah Spam Update, efek dari backlink tersebut dihapus. Peringkat yang sebelumnya naik berkat link spam akan turun. Yang menarik, penurunan yang terjadi pada situs A tersebut bukan karena terkena penalti, melainkan karena efek dari backlink (spam) yang sebelumnya menyebabkan kenaikan ranking tidak lagi dianggap.
Pendekatan ini cukup menarik. Alih-alih menghukum situs dengan penalti atau penurunan drastis, Google memilih untuk menetralisir efek link spam. Alasannya sederhana: lebih adil bagi pemilik situs yang mungkin menjadi korban spam link dari pihak lain. Dengan cara ini, SEO tidak lagi bisa dimainkan lewat spam backlink, sementara risiko bagi pemilik situs juga diminimalisir.
Mau diskusi lebih lanjut terkait artikel ini atau strategi SEO lainnya? Langsung aja join grup Telegram Mastah SEO Community.